BENARKAH??? Kaum NABI NUH AS berasal dari tanah jawa...

   seperti di kisahkan di dalam kitab injil dan al`quran bahwa Nabi NUH as membuat sebuah bahtera (perahu) yang besar atas perintah dari Tuhan yang akan meng azab kaumnya yg tdak mengikuti seruannya..
walau penuh hinaan dan cemoohan NABI NUH as tetap membuat bahtera tersebut di bantu oleh beberapa pengikutnya dan binatang -binatang yg pintar.akhirnya tiba saat yg ditentukan masuklah orang orang yg beriman dan para binatang berpasang-pasangan.

Tanpa disadari, langit mulai mendung. Awan hitam bergumpal-gumpal. Makin lama, makin besar. Suara angin menderu-deru. Petir berkilat menyilaukan. Terdengar guruh menggelegar. Keadaan benar-benar mengerikan.
Tak lama berselang, hujan turun sangat lebat air mengguyur bumi. Tak hanya hujan, mata air juga bermunculan memancar di mana-mana. Dan bumi pun digenangi air. Makin lama, makin tinggi. Air bah melanda negeri. Banjir bandang menyapu kota. Bahkan, gunung-gunung pun terendam. Tak ada lagi tempat berlindung.

Perahu Nuh mulai bergerak. Dengan iringan Bismillah majraha wa mursaha berlayarlah kapal Nabi Nuh. Gelombang menggoyang. Angin kencang menerpa. Sementara itu, di sana-sini banyak orang berenang. Orang-orang kafir berenang melawan gelombang. Bergelut melawan maut. Akan tetapi, tak lama mereka bertahan. Tenaga habis terkuras. Napas mereka megap-megap. Lalu, ombak datang bergulung-gulung. Setinggi gunung, satu per satu orang-orang kafir itu tenggelam.bersama semua mahluk yang hidup bersamanya tenggelam ditelan lautan air bah..yang sangat banyak.
  Akhirnya, badai mereda. Hujan berhenti. Air meresap ke dalam tanah. Perahu bertambat di atas sebuah bukit. Bukit Judi, namanya.
Langit mulai cerah, matahari menerangi bumi. Debit air telah menyusut. Nuh dan para pengikutnya turun dari perahu. Saat itu, bertepatan dengan sepuluh Muharram.
Keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan menyertai orang-orang beriman. Kini, mereka memulai hidup baru. Bulan berganti bulan. Tahun demi tahun, datang silih berganti. Orang-orang beriman beranak-pinak. Penghuni bumi terus bertambah. Keturunan Nuh pun menyebar.
                                                                                    Tahun 1949, benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter) yang diduga situs kapal Nabi Nuh AS ditemukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Kemudian, dimuat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter. Lalu, penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.  
         Gabungan peneliti arkeolog-antropologi dari dua negara, China dan Turki, yang beranggotakan 15 orang, sekaligus pembuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang, dan paku.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan. Apa itu? Bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati purba yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sampel kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100% cocok dengan sampel fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS.

Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film dokumenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010).
 jadi kesimpulannya...bila benar perahu tersebut adalah bahtera nabi nuh dan kecocokan fosil kayunya berasal dari tanah jawa..dapat di pastikan bahwa oarang-orangnya pun berasal dari tanah jawa...ini akan menjungkir balikan dan memporak porandakan hipotesis semua peradaban manusia itu ber asal dan nenek moyang dari manusia itu sendiri...bahwa sejatinya bahwa pula sunda (sundaland) dan jawa dwipa sudah ada kebudayaan dan peradaban yang sangat tinggi ..

Popular Posts